Resiko Bahaya Obesitas Terhadap Penyakit Degeneratif

resiko kegemukan pada wanita, dampak obesitas bagi kesehatan, cara cepat mengatasi kegemukan, akibat obesitas pada wanita, dampak obesitas, bahaya obesitas pada anak, akibat obesitas pada anak, dampak obesitas pada wanita

Sebelum membahas topik resiko bahaya obesitas terhadap penyakit degeneratif tentunya kita belum mengetahui pengertian penyakit degeneratif yang sebenarnya. Penyakit degeneratif salah satu keluhan kesehatan yang mengakibatkan masalah kerusakan dan kendala pada jaringan maupun organ tubuh. Penyakit degeneratif pada dasarnya akibat dari faktor gaya hidup yang negatif dan seiring laju usia.

Obesitas dengan kondisi kelebihan berat badan sangat ada hubungannya dengan keluhan kesehatan atau penyakit degeneratif. Maka dari itu, sebagai seorang pengidap obesitas tentu sangat tidak ingin memiliki penyakit degeneratif. Obesitas memang termasuk kondisi terjadinya akumulasi lemak pada jaringan tubuh sehingga dapat dihubungkan pada fenomena kerusakan yang mengakibatkan penyakit degeneratif.

Seperti halnya di negara-negara berkembang seperti di Eropa dan Amerika angka kasus penyakit degeneratif semakin bertambah karena faktor obesitas dan gaya hidup tidak sehat. Resiko bahaya obesitas terhadap penyakit degeneratif perlu di analisa lebih lanjut dan perlu adanya penanganan khusus dalam mengurangi kasus penyakit tersebut.

Secara umum penumpukan lemak yang berlebihan dalam jaringan tubuh akan sangat berbahaya sekali jika tidak dilaksanakan kegiatan mengurangi berat badan. Selain itu gaya hidup tidak sehat menjadi faktor pemicu penyakit degeneratif dengan tidak mengindahkan aturan pola makan secara teratur.

Berikut di bawah beberapa resiko bahaya obesitas terhadap penyakit degeneratif antara lain :

Potensi Tingkat Gula Darah Naik (Diabetes)

Faktor peningkatan kadar gula darah bisa saja terjadi sebagai akibat adanya kondisi tubuh dengan berat badan berlebihan. Sebab segala sesuatu yang berlebihan tidak menutup kemungkinan terjadinya berbagai gangguan baik yang berasal dari fisik maupun mental. Salah satu resiko bahaya obesitas terhadap penyakit degeneratif yaitu penyakit diabetes atau kencing manis.

Diabetes itu sendiri dikarenakan masalah metabolisme yang mana tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Dalam laporan jurnal Amerika menjelaskan bahwa faktor obesitas cenderung meningkatkan resiko diabetes tipe 2. Dari laporannya itu tercatat sebagian besar orang Amerika yang sudah dewasa dengan tubuh gemuk rentan mengalami diabetes tipe 2.

Gangguan Sistem Pernafasan

Pada kebanyakan kasus para pasien dengan kondisi tubuh obesitas selalu mengalami masalah pada sistem pernafasannya. Hal itu dikarenakan adanya akumulasi lemak berlebihan dalam tubuh yaitu sekitar area dada dan leher yang mengalami hambatan aliran oksigen dalam darah sehingga sulit dalam bernafas.

Mudah Mengalami Nyeri Otot, Pegal Linu dan Nyeri Persendian Lutut

Kejadian yang secara jelas untuk hal ini sering dialami oleh kalangan obesitas lanjut usia dimana faktor usia pun menjadi pendukung terjadinya penyakit degeneratif. Maka penting bagi para obesitas kalangan lanjut usia untuk selalu mengatur pola makan yang sehat dan seimbang serta tidak terlalu memaksakan kehendak dalam beraktivitas.

Meningkatkan kadar kolesterol tinggi dalam jaringan tubuh

Pengidap obesitas lebih cenderung  mengalami masalah pada sistem pembuluh darah sebagai akibat kadar kolesterol jahat yang mendiami jaringan tubuh seperti trigliserida dan tingkat kolesterol baik yang kadarnya sangat sedikit sekali.

Kerusakan pada lapisan jaringan kulit

Resiko bahaya obesitas terhadap penyakit degeneratif juga menimbulkan potensi kerusakan atau masalah pada kulit. Seperti halnya muncul bintik-bintik atau flek hitam di wajah, area tangan yang selama ini sering dialami oleh kalangan obesitas lanjut usia dan remaja yang obesitas.

Mudah mengalami gangguan psikis

Kalangan obesitas terutama lanjut usia cenderung memiliki tingkat emosional yang tidak stabil sehingga sangat mudah sekali marah, cemas, panik dan gangguan psikis lainnya.

Masalah pada fungsi kerja lambung

Kebanyakan orang yang mengalami kondisi obesitas lebih sering mengalami sakit maag, asam lambung tinggi dan gangguan pada sistem pencernaan. Hal tersebut disebabkan kondisi kelebihan berat badan yang memaksa organ lambung bekerja secara ekstra sehingga tidak terkendalinya fungsi kerja organ lambung pasien. Selain itu rasa nyeri, perih dan pengap di area dada akan lebih mudah dirasakan sebagai akibat pola makan tidak teratur.

Meningkatkan resiko tekanan darah tinggi

Tidak sedikit kalangan obesitas terutama lanjut usia baik pria atau wanita mengalami peningkatan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi telah diteliti oleh para kesehatan bahwasanya terdapat sumbatan pada jaringan pembuluh darah berupa penumpukan lemak atau kolesterol yang berlebihan. Dalam hal ini kolesterol berlebihan banyak sekali menimbulkan masalah terutama penyakit jantung dan potensi stroke.

Varises

Apabila sering melihat kalangan obesitas lanjut usia dengan kondisi kaki yang terlihat jelas adanya simpul-simpul urat sudah dipastikan mengalami varises. Varises adalah pembuluh darah yang terkumpul atau membentuk simpul karena kelemahan dinding pembuluh darah sehingga vena melebar. Varises pula dapat diakibatkan oleh faktor keturunan tetapi lebih didominasi juga dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Kondisi Mendengkur Saat Tidur

Mendengkur memang suatu hal yang lumrah terjadi pada semua kalangan masyarakat. Tetapi siapa sangka bahwa mendengkur termasuk masalah keluhan kesehatan yang mesti segera ditangani karena bisa saja membahayakan tubuh.

Haid Tidak Lancar

Biasanya kalangan remaja yang menginjak pubertas dengan kondisi bobot berat badan berlebihan akan memicu resiko kejadian haid atau menstruasi tidak lancar.

Keluhan Kesehatan pada organ Hati

Keluhan kesehatan seperti halnya Fatty Liver secara umum terjadi pada kalangan obesitas lanjut usia. Kondisi akumulasi lemak di perut mengakibatkan kerusakan jaringan hati, peradangan hati dengan gejala nyeri ulu hati.

Potensi Penyakit Jantung Hingga Stroke

Resiko bahaya obesitas terhadap penyakit degeneratif paling parah berupa kondisi serangan jantung hingga menyebabkan stroke. Tidak sekedar kondisi obesitas namun penyakit ini berkaitan dengan gaya hidup tidak dan faktor usia.

Penumpukan lemak dan plak di dalam pembuluh arteri jantung yang secara umum bekerja mengalirkan darah bersama dengan oksigen ke seluruh tubuh. Jika penumpukan lemak pada arteri jantung sudah barang tentu akan menyumbat suplai darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Penting bagi seorang pengidap obesitas untuk senantiasa berkonsultasi pada pihak medis tentang tata laksana dalam menanggulangi kejadian seperti itu.

Terjadinya pertumbuhan sel kanker atau tumor

Tumor ganas atau lazim dikenal dengan kanker adalah kondisi jaringan di dalam tubuh tumbuh dengan tidak normal. Faktor obesitas atau kelebihan berat badan meningkatkan peluang terjadinya pertumbuhan sel kanker seperti kanker payudara, kanker serviks, kanker rahim, batu empedu, batu ginjal, kanker prostat dan semua yang berkaitan dengan kanker atau tumor ganas.

Gangguan kandung empedu

Kalangan obesitas terutama manula lebih sering mengalami gangguan pada kandung empedu. Kolesterol berlebihan menyebabkan resiko penumpukan zat didalam kandung empedu yang dikenal sebagai batu empedu. Batu empedu sangat bervariasi dan akan sangat sukar disembuhkan jika tidak ditangai lebih lanjut oleh pihak medis.

Gangguan Sistem Reproduksi

Resiko bahaya obesitas terhadap penyakit degeneratif yang selanjutnya berupa datang bulan tidak lancar, infertilitas pada pria dan wanita obesitas, impotensi maupun masalah sel sperma yang mengakibatkan gangguan seksual pria.

Dalam data laporan Amerika tahun 2008 menunjukan bahwa kasus komplikasi kehamilan dan kelahiran premature diakibatkan sang ibu dengan kondisi kelebihan berat badan. Jadi penting sekali bagi para orang tua yang ingin memiliki tubuh sehat harus senantiasa menjaga pola makan secara teratur dan rajin berolah raga.

Demikian ulasan mengenai resiko bahaya obesitas terhadap penyakit degeneratif baik bagi kalangan pria atau pun kalangan wanita yang memiliki bobor berat badan berlebihan. Mudah-mudahan penjelasan ini memberikan gambaran bahwa sebagai seorang yang paham tentang kesehatan untuk selalu menjaga pola makan secara teratur, istirahat yang cukup dan rajin berolahraga agar nantinya tidak mudah mengalami gejala keluhan kesehatan.