Pengaruh Obesitas Terhadap Siklus Menstruasi (Datang Bulan) Wanita

11 Jul

hubungan obesitas dengan gangguan siklus menstruasi

Pengaruh obesitas terhadap siklus menstruasi (datang bulan) wanita – Kita tahu bahwa siklus menstruasi pada seorang wanita dewasa sudah terjadi ketika usia wanita sudah memasuki usia akil baligh atau yang dinamakan dengan masa pubertas. Usia pubertas itu sendiri sebagai kondisi dimana remaja wanita menginjak usia dewasa dengan bentuk fisik dan psikis secara primer dan secara sekunder. Termasuk diantara faktor dari masa pubertas seorang wanita dimana terjadinya masa datang bulan atau menstuasi.

Siklus haid atau menstuasi itu sendiri hanya terjadi akibat peluruhan dinding rahim wanita yang terdiri atas darah dan jaringan tubuh. Dapat dikatakan demikian bahwa siklus menstruasi pada perempuan merupakan salah satu proses pembersihan rahim terhadap pembuluh darah, kelenjar-kelenjar dan sel-sel yang sudah tidak terpakai sama sekali dikarenakan tidak adanya proses pembuahan (ovulasi).

Pada kesempatan ini akan membahas tentang adanya pengaruh obesitas terhadap siklus menstruasi (datang bulan) wanita.

Seperti yang di kutip berdasarkan berbagai narasumber yang ada bahwa hal yang berkaitan antara kondisi obesitas dengan siklus haid lancar atau tidak lancarnya itu memang benar sekali adanya. Berdasarkan hasil kajian pakar kesehatan yang menerangkan tentang adanya pengaruh obesitas terhadap siklus menstruasi (datang bulan) wanita dimana terjadinya gangguan sindroma berupa penyakit PCOS (Polycystic Ovary Syndrome termasuk sindrom gejala di rahim sebagian besar diakibatkan peningkatan berat badan berlebihan atau kondisi obesitas. Kalangan wanita dewasa yang mengalami keluhan gejala PCOS lebih berdampak pada siklus haid tidak lancar alias datang bulan tidak normal.

Simak artikel terkait tentang >>> Hubungan Obesitas dengan Kesuburan Wanita

Bukan hanya itu saja, sebagai akibat berat badan berlebih atau kondisi obesitas dimana menstruasi tidak lancar, obesitas pun menjadikan tingkat pendarahan fatal saat terjadinya datang bulan. Maka oleh sebab itu, penting bagi kalangan wanita terutama kalangan remaja puteri agar senantiasa menjaga pola makan yang sehat dan seimbang sehingga tidak menjadikan kondisi tubuh obesitas.

Fakta lain dari adanya pengaruh obesitas terhadap siklus menstruasi (datang bulan) wanita termasuk diantaranya mengakibatkan gangguan resistensi insulin dan tingkat insulin sehingga terjadi kendala dalam hal reproduksi wanita. Kondisi dimana kadar hormone esterogen dan androgen pada wanita menjadi tidak seimbang. Dalam dunia medis dikenal dengan polycystic ovary syndrome ( PCOS ).

Sindroma ovarium polikistik adalah sekelompok masalah gangguan kesehatan akibat gangguan keseimbangan hormonal. Sindrom ini mengakibatkan terganggunya fungsi ovarium seperti munculnya kista kecil-kecil pada ovarium yang bisa menyebabkan anovulasi, terganggunya siklus menstruasi , dan juga sulit untuk hamil. Terganggunya siklus menstruasi sebagai dampak obesitas disini meliputi siklus menstruasi yang tidak teratur.

Demikian pembahasan kali ini tentang adanya pengaruh obesitas terhadap siklus menstruasi (datang bulan) wanita. Mudah-mudahan pembahasan kali ini bisa memberikan gambaran bahwa pentingnya baik kalangan pria dan wanita terutama wanita memasuki akil balig untuk senantiasa menjaga pola makan yang sehat dan seimbang.

 

 

Uncategorized