Pengaruh Obesitas Terhadap Psikologis

Pengaruh obesitas terhadap psikologis – Dalam setiap pandangan orang tentu berbeda dan juga penilaian dari adanya kondisi obesitas itu asal mulanya dari suatu kesadaran dalam diri sendiri sehingga respon psikologis alias mental akan berjalan dengan sempurna.

Di sebagian besar kalangan remaja putera dan puteri di negara maju umumnya kalangan anak-anak termasuk kategori obesitas. Kendati demikian orang yang gemuk tidak selamanya terganggu psikologis dan mentalnya, namun secara medis dan hasil kajian umum menerangkan obesitas dapat meningkatkan tingkat emosionalnya dengan beberapa faktor pendukung.

Dalam kasus lainnya dimana mental kalangan orang yang obesitas selalu di uji dalam kasus berhubungan intim dengan pasangannya dan keluh kesah yang ada. Berkaitan dengan kasus obesitas pada kalangan wanita dan remaja puteri dimana di uji mentalnya berupa pandangan terhadap lingkungan sekitar sehingga merasa bahwa dirinya berbeda dari yang lain.

Faktor tidak percaya diri, merasa berbeda dari yang lain, kurang menarik bagi pasangannya itulah termasuk dalam kategori gangguan pada psikologis alias mental diri. Bukan hanya itu pola makan tidak seimbang dengan konsumsi makanan berlemak berlebihan dapat menjadikan tekanan darah naik, mudah panik, cemas, tegang bercampur pada dan fakta medis memang membenarkannya.

Sebenarnya obesitas tidaklah didasarkan atas selalu makan makanan yang serba berlebihan tetapi bisa saja obesitas itu sendiri berasal dari tingkat stres, depresi dan gangguan psikologis. Dari berbagai kajian medis yang bahwa pengaruh obesitas terhadap psikologis memberikan sumbangsih cukup besar. Hal ini didasarkan fakta dan melalui analisa medis membenarkan bahwa remaja zaman sekarang dengan pola hidup cenderung tidak sehat dapat menjadikan remaja enggan berada di luar dan beraktivitas.

Sering kali kalangan remaja yang obesitas menghabiskan waktu duduk bersandar di rumah sambil menonton televisi dan menikmati camilan. Padahal di luar sana masih ada wawasan dan pengalaman yang mesti di gali agar tidak menjadikan faktor gangguan pada mental remaja. Budaya globalisasi menuntut perkembangan zaman agar mati gaya, merasa bosan dalam beraktivitas dan enggan dalam pengeluaran energi mau pun olah tenaga.

Banyak orang gemuk dari hasil analisa sederhana bahwa dengan makan memberikan peluang untuk tidak memikirkan yang membuat stres. Hal itu bisa saja benar dilakukan, tetapi siapa sangka jika makanan yang di masukan setiap hari secara berlebihan tentu bisa berakibat pada gangguan kesehatan baik fisik lalu kemudia psikis.

Faktor fisik dan psikis memang sangat berkaitan erat sehingga keduanya perlu adanya keseimbangan yang mesti ada dalam setiap kehidupan. Fisik yang sehat tentunya berdampak pada kebaikan psikis juga faktor mental (psikologis) berpengaruh besar pada tingkat kesehatan. Maka dari itu pentingnya memahami makna antara pemasukan kalori bagi tubuh dan pengeluaran energi dalam beraktivitas.

Dalam kajian ilmiah barat oleh Prof Philif James Ketua Satgas Obesitas Internasional, mengatakan bahwa “sekarang kita tahu bahwa beban kesehatan global terbesar bagi dunia adalah asal mula makanan dan diperparah oleh hubungan dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah. Ini akan mengganggu kita selama 30 tahun ke depan. ”

Nah, kita sekarang mengetahui bahwa obesitas itu sendiri bisa bermula dari adanya pola makan yang tidak seimbang dengan kejadian aktivitas sehari-hari yang jarang sekali dilakukan.

Ada pun mengenai faktor-faktor berikut di bawah ini sehingga menjadikan tubuh dalam kondisi berat badan berlebihan diantaranya :

■ Faktor genetika alias faktor keturunan

Suatu pewarisan sifat, karakteristik seseorang dimana terjadinya kondisi obesitas akan sangat berpengaruh besar. Namun, ada kalanya terutama bagi kalangan remaja putera dan puteri dengan suatu gaya hidup tidak sehat menjadi faktor pendukung utama terjadinya obesitas.

■ Faktor psikis sebenarnya untuk jenis faktor ini bahwa memang perlu melakukan riset secara jelas dari kalangan pakar berpengalaman. Banyak sekali orang yang melampiaskan emosinya dengan konsumsi makanan secara berlebihan. Hal demikian memang sangat wajar dan umum bisa dilakukan baik oleh orang kurus, orang gemuk, erutama dilingkungan negara yang sudah maju. Dengan segala kecanggihan peralatan dan teknologi mengharuskan berpenampilan seperti apa yang orang lain miliki.

Terdapat berbagai pola makan yang sering ada dalam faktor psikologis kalangan obesitas diantaranya sering makan berlebihan dengan mengunyah camilan dan makan di malam hari. Dampak dari konsumsi kalori yang jumlah berlebihan menjadikan fisik tegang dan cenderung lebih mudah tempramental.

■ Aktivitas fisik yang rendah

Aktivitas fisik yang sangat rendah mengakibatkan diri lebih enggan berbaur dan kurang mendapatkan wawasan secara alami dilingkungan sekitar. Aktivitas yang terasa berat seolah-olah akan menguras tenaga bukanlah sebuah alasan yang tepat. Jika ingin hendak memperoleh fisik dan psikis yang sehat tentunya harus berawal dari suatu latihan fisik bergerak dan terus melaju secara perlahan-lahan.

 

Category: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *