Pengaruh Obesitas Terhadap Perkembangan Motorik Pada Anak

8 Jun

dampak obesitas pada anak, faktor penyebab obesitas pada anak, obesitas pada anak balita, makalah obesitas pada anak, bahaya obesitas pada anak, obesitas pada anak sekolah dasar, pengertian obesitas pada anak, obesitas pada anak di indonesia

Pengaruh Obesitas Terhadap Perkembangan Motorik Pada Anak – Obesitas senantiasa ditandai dengan terjadinya akumulasi lemak secara berlebihan sehingga mengakibatkan berbagai macam jenis keluhan kesehatan fisik yang cukup kronis. Obesitas pada anak dapat memunculkan terjadinya keluhan kesehatan terhadap semua individu termasuk adanya kaitan pengaruh obesitas terhadap perkembangan motorik pada anak.

Fakta ilmiah dari adanya pengaruh obesitas terhadap perkembangan motorik pada anak dikarenakan banyak penelitian yang menunjukkan bahwa obesitas pada masa anak-anak akan menyumbang cukup besar pada potensi tahap permulaan dari gangguan berbagai kondisi fisik. Hingga menjelang dewasa pengaruh obesitas itu sendiri berakibat pada kasus diabetes tipe 2, komplikasi jantung dan hipertensi.

Terdapat fakta riset ilmiah tentang adanya pengaruh obesitas terhadap perkembangan motorik pada anak kelak dikemudian dengan berbagai langkah awal dalam pencegahannya berikut diantaranya :

○ Senantiasa bermain secara aktif

Melalui kegiatan bermain secara aktif hasil penelitian menunjukkan bahwa metode seperti ini sangat penting untuk perkembangan fisik anak, sosial anak, faktor kognitif anak dan interaksi dialog anak. Hal yang paling berpengaruh terutama di tempat pembelajaran seperti di sekolah, pengurangan beraktivitas fisik dan lebih kepada teori dibandingkan praktek akan membentuk pola anak untuk malas dalam beraktivitas.

Selain itu, waktu bermain dengan seharian penuh belajar melalui media elektronik misalnya menonton televisi juga meningkatkan potensi besar pada kegemukan sejak dini. Tontonan yang pasif menjadikan aktivitas fisik sekarang ini sudah tidak ada lagi bahkan sudah hampir punah seiring perkembangan zaman.

Jika orang tua sejak zaman dulu selalu bermain dengan teman-temannya di pekarangan rumah, di ladang dengan melalukan aktivitas justru sangat menyehatkan. Lain halnya dengan aktivitas anak-anak zaman sekarang yang senantiasa duduk bersandar dengan bermain gadget, hp, bermain game play station dan menonton televisi.

Tayangan televisi, video game, gadget telah menggantikan permainan orang tua sejak zaman dulu sehingga mengganggu kebugaran fisik yang berpotensi besar pada perkembangan motorik anak. Permainan fisik sangat diperlukan di dalam kehidupan sekarang ini disamping menyehatkan tentunya akan membentuk pola interaksi sosial anak dengan teman-temannya.

Maka oleh sebab itu penting untuk orang tua untuk mendidik anaknya agar giat berolahraga dengan melakukan hal sederhana misalnya mengajak anak bermain kejar-kejaran dipekarangan rumah atau mengajak anak pergi ke taman untuk bermain bersama keluarga tercinta.

○ Keterbatasan Waktu Tidur Anak

Waktu tidur anak yang sangat terbatas diakibatkan faktor utama keluarga dalam lingkungan sekitar anak. Sang ayah dengan selalu menonton televisi hingga larut malam akan membentuk pola pikir anak yang sama dengan ayahnya. Padahal tontonan yang ayahnya lihat itu tidak anak nilai pembelajaran terutama saat malam hari.

Menurut kajian para pakar kesehatan bahwa orang yang memiliki gangguan insomnia akan berpotensi sangat besar pada kondisi obesitas. Bahkan bukan hanya sekedar itu saja, akan terjadinya berbagai komplikasi kesehatan dari mulai penyakit diabetes, hipertensi, penyakit jantung hingga stroke. Jika kebiasaan dengan begadang setiap malam diajarkan sejak dini pada anak-anak besar kemungkinan anak tersebut telah menabung berbagai penyakit yang suatu saat akan terjadi pada dirinya.

Sangat penting bagi orang tua untuk senantiasa mengajarkan kepada anak arti pentingnya istirahat di malam hari dan tidak mengikuti kebiasaan orang tua dimalam hari dengan sering menonton televisis hingga larut malam. Jika kebiasaan itu terus dilakukan oleh anak-anak tentu akan merugikan dirinya terutama dalam hal kesehatannya. Jadi penting untuk selalu mengatur pola tidur dan aktivitas anak seharian.

Tidak hanya sebatas pengaruh obesitas terhadap perkembangan motorik pada anak, akan tetapi berbagai gejala keluhan kesehatan yang sering terjadi akibat adanya kondisi obesitas pada anak diantaranya :

Lebih Rentan terkena resiko darah tinggi dan kolesterol tinggi

Bukan hanya terjadi pada sebagian besar kalangan dewasa, ternyata dampat negatif dari kondisi obesitas anak akan berdampak pada gejala hipertensi dan kolesterol tinggi. Kedua jenis gejala tersebut diakibatkan peningkatan kadar gula darah yang diakibatkan konsumsi makanan secara berlebihan sehingga tingginya toleransi glukosa dan resistensi insulin.

Gangguan kesehatan lainnya akibat kondisi obesitas pada anak seperti penyakita diabetes, kencing manis, insomnia, sleep disorder, penyakit hati, batu empedu dan gangguan gastro esofagus (penyakit asam lambung). Terlalu menahan bobot berat badan juga akan menjadikan anak lebih enggan untuk gerak dengan alasan sakit di area kaki, sendi, tulang dan otot anak.

Pertumbuhan tulang yang berkaitan dengan kondisi obesitas anak juga sangat berpengaruh terjadinya nyeri sendi, asam urat, peradangan lambung dan penyakit pada organ usus.

Kondisi obesitas pada anak menyebabkan kecanggungan dan kaku dalam bergerak

Kondisi semacam ini sebagian besar ditemukan pada anak yang kondisi berat badannya melebihi batas normal. Banyak anak-anak yang gemuk lebih menyempatkan waktu seharian untuk sekedar duduk di rumah, membaca komik, bersandar dan tidur-tiduran di shopa bahkan bermain video game. Maka oleh karena itu kondisi obesitas semacam ini pada anak yang obesitas perlu dilatih untuk bergerak dan menghindari kebiasaan bermalas-malasan.