Pengaruh Obesitas Terhadap Kesehatan Reproduksi

hubungan obesitas dengan hipertensi, hubungan obesitas dengan kejadian penyakit hipertensi, pengaruh berat badan terhadap tekanan darah, hubungan obesitas dengan gangguan siklus menstruasi, obesitas penyebab ketidaksuburan, obesitas mengakibatkan gangguan sistem reproduksi

Sebelum membahas akan adanya pengaruh obesitas terhadap kesehatan reproduksi, maka hal yang paling penting agar bisa dipahami ialah menyangkut persoalan kesehatan reproduksi terlebih dahulu. Lalu apa yang di maksud dengan kesehatan reproduksi itu ?

Kesehatan reproduksi itu bukan hanya bertumpu pada kesehatan sistem reproduksi pria dan wanita saja, melainkan ada begitu banyak pengertian bahwasanya dikatakan kesehatan reproduksi ialah kondisi dimana mendapati kesehatan secara sempurna baik yang menyangkut fisik, mental dan sosial lainnya. Maka dalam segala aspek yang berhubungan pula dengan sistem kerja reproduksi baik pria mau pun wanita.

Dalam hal ini kesehatan reproduksi sering kali berkaitan pada kesehatan organ-organ seksualitas. Padahal hal demikian yang terjadi adanya bahwa sistem reproduksi itu menyangkut produktivitas jaringan tubuh hingga fungsi dari pada hormon-hormon di dalam tubuh. Secara tidak langsung kita membahas tentang adanya pengaruh obesitas terhadap kesehatan reproduksi akan sangat berhubungan sekali baik dampaknya atau pun pengaruhnya bagi kesehatan.

Selama ini sekian banyak kasus yang memberatkan berbagai aspek kondisi berat badan dari mulai gejala cukup serius hingga gejala keluhan kesehatan cukup ringan. Diantara gejala keluhan kesehatan yang paling berpengaruh dari kondisi obesitas adanya gejala tekanan darah tinggi terhadap kalangan wanita dewasa, remaja puteri hingga tekanan darah saat masa kehamilan. Perlu adanya pertimbangan baik semua pihak antara pria dan wanita karena kondisi obesitas bukanlah termasuk kondisi yang belum tentu menyehatkan.

Bukan karena alasan banyak makan sehingga memberikan sistem kekebalan tubuh yang sangat kuat atau sekedar alasan menggemukan badan agar terlihat kurus kerempeng. Namun perlu adanya pembatasan konsumsi harian dengan pengeluaran energi setiap hari sehingga kondisi akan tetap sehat terjaga. Kalangan wanita yang mengalami obesitas lebih cenderung mengalami masalah dalam hal kesehatan reproduksinya sehingga mengakibatkan adanya dampak buruk berupa infertilitas.

Kesehatan reprouksi ini tidak hanya dimiliki oleh kalangan wanita saja, akan tetapi kalangan pria dewasa pun yang tergolong kondisi obesitas akan sulit sekali memiliki keturunan. Tidak semua kalangan baik pria dan wanita yang mengalami masalah kesehatan reproduksi, tapi hanya sebagian kecil saja yang mengalaminya termasuk kalangan yang memiliki berat badan pun bisa mengalami obesitas.

Berikut di bawah ini pengaruh obesitas kesehatan reproduksi baik kalangan pria atau wanita antara lain :

■ Gangguan cukup serius dengan adanya ketidaksuburan atau masalah kesehatan reproduksi

Baik kalangan pria dan wanita yang memiliki kondisi tubuh tergolong obesitas berdasarkan hasil riset terkemuka dan adanya catatan medis bahwa diterangkan kondisi obesitas lebih cenderung mengalami faktor infertilitas atau ketidaksuburan. Hasil riset menuturkan bahwa kondisi obesitas pada wanita dan kalangan pria lebih rentan terserang cacat sel telur atau jaringan sperma untuk proses pembuahan.

■ Kondisi fisik berat badan meningkat akibat efek samping pil kontrasepsi

Hal ini masih tahap berkaitan dalam hal sistem reproduksi wanita dimana kalangan wanita yang selalu mengonsumsi pil kontrasepsi alias alat KB akan cenderung memiliki bentuk tubuh yang gemuk. Padahal pada dasarnya pil kontrasepsi itu tidak adanya pengaruh buruk terhadap peningkatan berat badan dan hal itu bisa saja akibat efek samping terlalu banyak konsumsi alat KB atau pil kontrasepsi secara terus menerus. Maka yang mesti dilakukan adalah senantiasa berkonsutasi dengan pihak medis terkait kondisi obesitas yang mengakibatkan banyak keluhan kesehatan.

■ Kondisi permasalah pada siklus haid atau menstruasi

Masih pula berkenaan dengan sistem reproduksi khususnya sistem reproduksi wanita yang mana pengaruh obesitas sering kali mengakibatkan sikslus menstruasi/ haidl menjadi terganggu dan tidak teratur. Lain pula dengan kalangan pria dewasa dengan segala kondisi obesitas tidak termasuk mengalami gangguan siklus haid atau menstruasi namun berakibat pada gangguan lain termasuk masalah kesehatan reproduksi pria.

■ Gangguan tekanan darah tinggi pada saat terjadinya kehamilan dan pra-persalinan

Tahukah anda bahwa banyak kasus sehingga memberatkan kondisi kesehatan wanita dimana wanita sedang saat persalinan sehingga wanita sangat sukar dalam masa persalinan?

Kenapa dikatakan demikian bahwa kondisi obesitas pada kalangan wanita hamil mengakibatkan adanya peningkatan tekanan darah tinggi bagi sebagian besar kalangan wanita hamil. Lalu bagaimana cara mengatasinya hipertensi saat masa kehamilan ? Ya, tentunya kondisi kesehatan wanita itu sendiri dan tingkat tekanan darahnya harus normal kembali sehingg memudahkan proses persalinan.

■ Pengaruh obesitas terhadap masa menupause seorang wanita

Wanita yang sudah menginjak masa menupause atau usia paruh baya lebih cenderung mengalami kondisi fisik yang obesitas.  Wanita paruh baya dengan segala bentuk resiko kesehatan yang mungkin dihadapinya seperti tekanan darah tinggi, diabetes melitus, asam urat, kanker, tumor dan segala keluhan kesehatan lainnya baik yang berkaitan dengan akut hingga kronis.