Pengaruh Obesitas Terhadap Kepercayaan Diri

24 Jul

bahaya obesitas pada kesehatan psikis

Seringkali menjadikan salah satu faktor penyebab ketidakpercayaan pada diri sendiri dimana kondisi bagi sebagian besar kalangan yang memiliki bobot berat badan melebihi batas maksimal alias obesitas. Padahal untuk kondisi obesitas baik yang terjadi pada kalangan anak-anak, remaja, ibu hamil dan kalangan lanjut usia itu sangat tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak percaya diri. Pengaruh obesitas terhadap kepercayaan diri baik yang menyangkut dalam kehidupan sehari-hari atau pun menyangkut hubungan di lingkungan keluarga.

Rasa percaya diri yang dimiliki merupakan keteguhan dan rasa keputusan seseorang dalam menunjukkan apa yang dimiliki baik prilaku atau pun ucapan dalam mencapai suatu yang diharapkan. Bisa diambil contoh untuk kalangan obesitas dimana banyak sekali baik anak-anak usia sekolah dan remaja yang obesitas mengalami tidak percaya diri ketika terlihat di depan umum. Hal itu karena bukan hanya faktor dari dalam diri saja melainkan dari teman sekolahnya yang mencemooh, mencela dirinya yang memungkinkan dirinya tidak sanggup tampil di depan khalayak ramai.

Sudah semestinya dari sejak remaja hingga menjelang dewasa untuk bisa merubah pola gaya hidup yang tadinya tidak sehat menjadi sehat. Faktor kondisi berat badan berlebih atau obesitas diakibatkan karena berbagai faktor kurang menjaga pola makan sehingga mengakibatkan adanya potensi besar akumulasi (penumpukkan) sejumlah jaringan lemak di dalam tubuh secara berlebihan yang nantinya tidak baik sama sekali untuk kesehatan fisik dan psikologis. Berbagai masalah yang terjadi terutama pada semua kalangan usia dari mulai anak-anak, remaja, wanita hamil hingga manula didasarkan adanya faktor kondisi obesitas.

Tahukah anda bahwa obesitas merupakan salah satu faktor gaya hidup tidak sehat ?

Bukan alasan secara sengaja memiliki tubuh obesitas sehingga merasa bahwa obesitas bukanlah halangan dan masalah bagi dirinya. Padahal yang dinamakan dengan obesitas itu sendiri merupakan bagian dari istilah dengan ibarat orang yang kelebihan jaringan lemak di dalam tubuh. Sebenarnya lemak memiliki guna tersendiri dan fungsi yang baik bagi tubuh namun perlu di ketahui pula ada dampak negatif setelah memiliki kondisi lemak secara berlebihan di dalam tubuh.

Segala sesuatu yang sangat berlebihan tentunya akan menimbulkan dampak yang mempengaruhi terutama bagi kesehatan fisik dam psikis seperti halnya pengaruh obesitas terhadap kepercayaan diri. Secara umum orang yang obesitas lebih menghabiskan waktu istirahatnya dan waktu luangnya hanya untuk makan camilan dan duduk bersandar sambil menonton televisi atau main game ketimbang mau melakukan kegiatan hal positif di lingkungan masyarakat. Dari sinilah dimana faktor kepercayaan diri terutama kalangan obesitas kerap kali jauh dari lingkungan sekitar karena tidak nampak sama sekali din mata masyarakat.

Bukan dalam artian bahwa obesitas penyebab tidak bisa percaya diri atau tidak sama sekali melakukan kegiatan positif. Namun faktor obesitas dari mulai tingkat kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan fisik dan mental menjadikan penurunan tingkat percaya diri lantaran memiliki kondisi dan berat badan berlebihan sehingga enggan untuk hidup bermasyarakat atau berinteraksi. Perlu diketahui pula bahwa obesitas sehingga menyebabkan tidak percaya diri disebabkan faktor dari lingkungan sekitar dari mulai celaan, hinaan, faktor bulying, gangguan dari dalam diri sendiri yang menyebabkan dirinya enggan bergaul dengan masyarakat.

Pengaruh obesitas terhadap kepercayaan diri ini kerap kali memutuskan lingkaran pergaulan dengan sesama rekan bermain dan bermasyarakan. Kalangan obesitas terutama kalangan usia remaja merasakan dirinya terasing dalam pergaulan sehingga  mengalami tingkat stres atau depresi sekaligus. Kondisi obesitas akan menjadikan seseorang baik kalangan pria khususnya kalangan remaja puteri merasakan tersisih jika dibandingkan dengan kalangan remaja puteri yang bertubuh ideal.

Berhubungan dengan kondisi obesitas yang terjadi di luar negeri terutama negara berpenduduk padat seperti Amerika dan Eropa dimana sebagian besar persentase kalangan remaja putera mengalami tingkat obesitasnya jauh lebih besar. Mengenai faktor yang menjadikan obesitas lebih besar di luar negeri sana adalah karena tingkat suplai makanan cepat saji dan jenis makanan camilan sangat banyak melimpah. Sehingga banyak sekali kalangan remaja putera dengan kondisi obesitas di luar negeri yang sangat jarang sekali bergaul dengan rekan atau orang lain. Jika hal demikian seperti ini terjadi bukan hanya kondisi kesehatannya yang terganggu melainkan faktor mentalnya pun akan ikut terganggu misalnya tidak percaya diri berinteraksi dengan orang lain.

 

 

Uncategorized