Pengaruh Obesitas Terhadap Diabetes Melitus

25 May

Kondisi tubuh dengan lemak berlebihan tentunya akan memicu berbagai resiko penyakit baik diantaranya penyebab penyakit degeneratif yang menyerang jaringan tubuh seperti kencing manis atau diabetes melitus.

hubungan obesitas dengan diabetes melitus, obesitas menyebabkan diabetes melitus, kenapa obesitas dapat menyebabkan diabetes, jurnal hubungan obesitas dengan diabetes melitus, hubungan obesitas dengan peningkatan kadar gula darah, hubungan obesitas dengan diabetes, resistensi insulin pada obesitas, bagaimana pengaruh hormonal terhadap kadar glukosa

Pengaruh Obesitas Terhadap Diabetes Melitus – Kajian para ahli telah memperoleh hasil maksimal atas riset yang dilakukannya dengan mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara obesitas dengan penyakit kencing manis. Selain itu ada juga yang dikaitkan dengan keluhan kesehatan lainnya seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Secara umum dalam hal ini telah mendapat kepastian dari sejumlah ahli bahwa pengaruh obesitas terhadap diabetes melitus sangat erat sekali.

Beberapa peresen kasus angka penyakit diabetes melitus diakibatkan oleh kondisi obesitas baik yang terjadi pada pria atau wanita. Dalam hal ini perlu adanya pembahasan dengan membedakan jenis obesitas mana yang paling mendominasi sebagai pemicu penyakit diabetes melitus. Dari hasil riset para ahli membuktikan bahwa adanya hubungan obesitas dengan diabetes melitus tipe 2 lebih cenderung kepada mereka kalangan obesitas sentral.

Kondisi obesitas sudah menjadi bagian dari masalah global khususnya di wilayah dengan negara berkembang dan negara maju. Sebenarnya kondisi obesitas memang sudah ada semenjak dahulu hingga sekarang ini dan perlu adanya tata laksana menurunkan angka kasus obesitas.

Pengaruh obesitas terhadap diabetes melitus memang bukan sekarang ini terjadi di lingkungan masyarakat, akan tetapi disebabkan faktor pola hidup tidak sehat, kurang olahraga dan kurang istirahat. Di negara-negara maju angka kasus obesitas sudah menurun secara bertahap karena kesadaran akan pentingnya menjaga pola makan.

Walau kondisi obesitas tidak hanya di picu oleh terlalu sering nya makan, namun kondisi ini perlu adanya keseimbangan pola makan karena tubuh yang di tuntut mencerna makanan secara berlebihan akan memicu berbagai gangguan kesehatan baik secara fisik atau pun mental.

Kalangan generasi muda bersahaja tentu tidak ingin memiliki riwayat keluhan kesehatan diakibatkan kondisi obesitas. Maka oleh sebab itu, penting bagi mereka yang ingin hidup sehat untuk selalu menjaga pola makan secara sehat dan seimbang, mengurangi konsumsi lemak berlebihan karena zat lemak akan menumpuk di pembuluh darah sehingga mengakibatkan kerusakan jaringan tubuh tempat suplai oksigen dan darah.

Baik kalangan pria atau wanita sebagian besar mendambakan tubuh yang ideal dan proporsional dalam arti tidak kurus dan tidak kelebihan. Menurut hasil riset bahwa Sekitar 90% kasus diabetes merupakan diabetes melitus tipe 2. Berita baiknya, obesitas dan diabetes sangat mungkin untuk dicegah. Banyak ahli kesehatan yang merekomendasikan konsumsi makanan sehat seimbang dan berolahraga secara teratur serta mengurangi stress sebagai langkah awal untuk mencegah obesitas dan diabetes.

Bukan berarti kondisi obesitas baik pada pria atau wanita selalu menjadi pemicu diabetes melitus. Akan tetapi keluhan kesehatan diabetes melitus tipe 2 dikarenakan pankreas tidak mampu atau tidak stabil dalam memproduksi insulin yaitu suatu zat untuk mengatur kadar gula darah dalam tubuh sehingga mengakibatkan peningkatan gula darah.

Hal inilah yang mendasari bahwa kondisi obesitas sangat erat hubungannya dengan asupan makanan seperti karbohidrat dan gula yang sering dilakukan oleh orang obesitas. Jadi, sangat penting bagi pengidap kondisi obesitas untuk membatasi diri dari konsumsi makanan yang manis-manis dan berkarbohidrat tinggi.

Pada diabetes tipe 2 pula memunculkan resistensi insulin pada sel sel otot sehingga insulin tidak mampu mengirimkan gula darah ke otot yang selanjutnya meningkat di darah. Berkaitan dengan fakta tersebut bahwa kondisi kadar gula darah naik di picu oleh kerusakan jaringan tubuh sebab adanya penumpukan lemak dan kolesterol.

Faktor resiko penyakit diabetes adalah :

1. Keturunan.

2. Obesitas.

3. Faktor Usia/Lansia.

4. Etnis asia.

Berikut di bawah ini pencegahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko terjadinya diabetes adalah :

1. Mencapai berat badan menjadi ideal.

2. Olahraga rutin

3. Makan gizi seimbang.

4. Kurangi asupan gula berlebihan atau karbohidrat.

5. Istirahat yang cukup.

Pengobatan dilakukan dengan perubahan pola makan dan pola hidup yang sehat serta obat obatan.