Pengaruh Makanan Fermentasi Terhadap Obesitas dan Berat Badan

resep makanan hasil fermentasi, makanan dan minuman fermentasi, contoh fermentasi makanan dan minuman, contoh produk pengolahan dengan fermentasi, makanan fermentasi indonesia, 5 resep makanan dengan teknik fermentasi, contoh makanan fermentasi tradisional

Pengaruh makanan fermentasi terhadap obesitas dan berat badan sudah sejak saat ini menjadi bahan kajian yang perlu adanya riset cukup teliti oleh kalangan para ahli di bidangnya. Sebab segala macam aneka minuman dan makanan yang di cerna oleh tubuh menjadikan pengaruh cukup berbahaya terlebih jika makanan yang di makan mengandung bahan-bahan kimia berbabahaya. Ada kalanya juga makanan yang di cerna oleh tubuh mengandung bahan yang cukup lama di urai mau pun di cerna oleh tubuh.

Makanan makanan yang dimasukan ke dalam tubuh harus senantiasa sesuai agar mendapatkan beberapa manfaat cukup baik dalam hal kesehatan mau pun tidak mengakibatkan berbagai pengaruh berbahaya bagi kesehatan. Supaya makanan yang di makan tidak mengandung bahan kimia berbahaya, maka perlu diperhatikan baik oleh kalangan manula, bayi, balita, wanita hamil dan ibu menyusui.

Makanan yang serba diawetkan alias makanan fermentasi bisa saja mengakibatkan beberapa kecenderungan penyakit pada saluran sistem pencernaan tubuh manusia. Namun, dalam artian yang sebenarnya bahwa makanan yang serba difermentasikan itu pada dasarnya sangat bermanfaat dalam hal penurunan berat badan atau diet sehat. Makanan fermentasi bisa membantu dalam upaya diet sehat dengan di bantu beberapa jenis makanan dari hasil fermentasi atau pengawetan.

Hasil riset kajian para pakar kesehatan dari Harvard Media School bahwa adanya pengaruh secara langsung antara konsumsi makanan hasil fermentasi dengan bakteri baik yang terus menerus meningkat bagi sistem kekebalan tubuh manusia.

Menurut sejarah bahwa makanan fermentasi memiliki pengaruh cukup kuat dalam hal kesehatan. Makanan serba fermentasi menurut hasil beberapa sejarah itu berasal dari zaman dahulu. Dahulu orang sering mengawetkan makanannya sebagai sarana untuk mencukupi kebutuhan selama masa peperangan atau sengaja, masa musim paceklik, musim kemarau berkepanjangan, lalu di awetkan agar mendapatkan manfaat dari hasil fermentasi makanan tersebut.

Baik makanan mau pun minuman yang di fermentasikan itu berupa jenis keju, tempe, tape, kecap, chutney, bir, anggur, yoghurt dan jenis makanan lainnya. Hingga sejak saat ini, masih banyak masyarakat yang senantiasa mengolah makanan fermentasi untuk kebutuhan pangan sehari-hari dan dijadikan sebagai sarana bisnin penjualan makanan cukup menjanjikan.

Tahukah anda, jika makanan yang serba difermentasikan itu berasal dari bantuan mikroba?

Menurut dasar kajian makanan dan minuman yang serba difermentasikan mengandung ribuan jenis bakteri yang baik untuk tubuh manusia. Dalam praktiknya, bahwa dikatakan fungsi dari adanya bakteri sebagai sarana pengurai makanan dalam tubuh manusia termasuk bakteri yang jumlahnya hampir triliunan di dalam tubuh manusia. Beberapa bagian ada yang hidup di usus dan merupakan sentral sistem pencernaan sekaligus sistem kekebalan tubuh manusia.

Populasi sel bakteri melebihi sel manusia, dimana sel bakteri jahat menjadi paling dominan, maka sejak saat itu juga banyak sekali gejala keluhan kesehatan baik yang sudah akut hingga sudah kronis. Makanan yang serba difermentasikan memiliki pengaruh cukup besar karena mengandung probiotik yang bermanfaat dalam meningkatkan kadar bakteri baik di dalam tubuh.

Terdapat kurang lebih hampir 500 jenis bakteri di dalam usus. Apabila ingin mencoba diet sehat yang sangat dianjurkan ini, maka makanan fermentasi harus dijalani setiap hari agar senantiasa baik untuk kesehatan terlebih jika ingin mengurangi kondisi obesitas atau berat badan berlebih.

Menurut fungsi lain dari makanan yang difermentasikan kaya akan probiotik dengan manfaat cukup banyak yang mampu mencegah infeksi dan mengurangi kondisi kembung yang terjadi di sekitar wilayah usus besar. Menurut beberapa hasil kajian bahwa tempe, yogurt dan acar memiliki manfaat cukup baik dalam membantu mengurangi berbagai gejala keluhan kesehatan dan sistem kelancaranan pencernaan manusia. Menurut fungsinya yang lain bahwa makanan yang serba difermentasikan juga memiliki manfaat sebagai obat anti sembelit atau mengurangi gejala susah buang air besar.

Aneka Ragam Jenis Makanan dan Minuman Fermentasi

Makanan yang serba difementasikan sangat banyak sekali jenisnya bukan hanya yoghurt dan tape singkong saja, namun makanan-makanan berikut di bawah ini dapat membantu menjadikan kondisi obesitas dan penurunan berat badan menjadi lebih akurat diantaranya :

1.Oncom

Anda mungkin pernah mendengar istilah tutug oncom, comro, ya bahan tersebut secara keseluruhan terbuat dari oncom. Oncom itu sendiri merupakan makanan khas tradisional nusantara terutama dari daerah Jawa Barat. Makanan fermentasi ini sangat mirip dengan tempe, dari bentuknya tetapi ada dua jenis oncom yang paling populer antara lain oncom merah dan oncom hitam. Oncom merah berbahan dasar bungkil tahu, yaitu sejenis kedelai sisa dari hasil limbah tahu, setelah itu difermentasikan menjadi oncom dengan bantuan mikroorganisme khusus.

Lain halnya dengan oncom hitam dengan bahan dasar tepung singkong lalu difermentasikan dengan di campur onggok (ampas) singkong serta oligosporus.

2.Tempe

Makanan selain oncom yang hampir mirip ini adalah tempe. Sudah banyak para peminat tempe yantg sering dijadikan bahan olahan masakan tidak hanya sebagai masakan biasa tetapi sekarang ini banyak yang mengolahnya menjadi bahan keripik tempe. Rasanya yang gurih dan sedap dari tempe tentu menjadikan setiap masakan menjadi tergugah selera para peminat olahan kacang kedelai seperti tempe.

Menurut kajian akhir-akhir ini bahwa orang yang vegetarian lebih cenderung mengonsumsi tempe dibandingkan dengan makan yang lainnya. Hal ini dikarenakan, makanan tempe dari hasil fermentasi makanan berasal dari kacang kedelai kaya zat gizi dengan memanfaatkan bantuan kapang Rhizopus oryzae, R. arrhizus, R. microsporus var. chinensis, dan yang paling umum dengan menggunakan R. microsporus var. oligosporus.

3. Tape

Tape yang sekarang ini banyak dijadikan olahan makanan dan minuman penghilang dahaga saat siang hari seperti halnya es doger, es tape dan es krim tape lainnya. Tape ini itu banyak jenisnya terlebih yang paling populer hingga saat ini adalah tape ketan hitam dan tape singkong. Tape termasuk makanan fermentasi yang terkenal hampir di seluruh pulau Jawa. Ragi untuk pembuatan tape berasal dari perpaduan jenis mikroorganisme. Mikroorganisme yang utama adalah ragi Saccharomyces cerevisiae lalu terdapat juga Endomycopsis burtonii, Candida utilis, Pediococcus sp., Bacillus sp., dan beberapa mikroorganisme lainnya. Ragi tape ketan lebih spesifik mengandung Amylomyces rouxii yang berperan penting dalam fermentasi tape ketan.

4. Brem

Makanan khas tradisional nusantara selanjutnya yang bagus untuk membantu kelancaran sistem pencernaan adalah brem. Menurut manfaat dari hasil kajian para pakar kesehatan bahwa makanan brem hasil fermentasi mampu memperbaiki dan melancarkan sistem sirkulasi darah, sehingga dengan begitu, maka proses metabolisme tubuh dalam sistem pencernaan agar berjalan dengan normal.

5.Kefir

Mungkin anda sangat asing sekali kala mendengar jenis minuman fermentasi yang satu ini. Minuman fermentasi ini hampir mirip dengan yoghurt dimana bahan dasarnya terbuat dari susu dan butiran kefir. Minuman ini sangat baik di minum oleh kalangan wanita hamil, dan ibu menyusui bahkan sangat bermanfaat di minum oleh kalangan manula.

Ada sekian banyak makanan dan minuman yang sudah di olah dengan cara difermentasikan melalui bantuan mikroorganisme. Makanan yang sudah di fermentasi ini terdiri dari keju, yogurt, kamboca, sake, sauerkraut, pakasam, wadi, dan ada berbagai olahan lainnya.

Berdasarkan jenis makanan di atas dapat di pahami bahwa makanan hasil fermentasi itu tidak berbahaya sama sekali dan bukan termasuk jenis makanan yang di awetkan. Makanan hasil fermentasi adalah cara tepat dalam membantu upaya penurunan kondisi obesitas dan berat badan sehingga tubuh senantiasa memperoleh kelancaran dalam metabolisme pencernaan. Supaya memperoleh tubuh yang ideal dan terbebas dari kondisi obesitas, maka sekiranya bisa mengonsumsi makanan yang tercantum di atas dan tidka lupa untuk selalu melakukan aktivitas fisik secara teratur. Karena bagaimana pun tanpa di barengi dengan aktivitas tentu upaya penurunan berat badan pun akan menjadi lebih lama.