Hubungan Obesitas Dengan Peningkatan Kadar Gula Darah

Hubungan obesitas dengan peningkatan kadar gula darah – Obesitas merupakan keadaan patologis akibat dari adanya penumpukan lemak secara menyeluruh dan sering kali dialami oleh berbagai kalangan usia mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Kondisi obesitas akan berdampak pada peningkatakan masalah kesehatan sehingga orang yang tubuhnya gemuk alias kelebihan berat badan sangat rentan terserang penyakit.

Tata laksana berupa latihan fisik dan diet sehat selam ini tidak berpengaruh besar dalam hal mengantisipasi obesitas. Selain itu asupan makanan semestinya diperbaiki dengan mengurangi makanan yang padat atau karbohidrat tinggi. Obat pelangsing yang aman dan sesuai rekomendasi pakar kesehatan dapat menjadi solusi dalam mengatasi kondisi obesitas atau kegemukan.

Dengan memanfaatkan obat atau alat terapi pembakar lemak, risiko berbagai keluhan kesehatan yang di derita obesitas akan senantiasa berkurang. Latihan fisik secara teratur seperti berolahraga akan membentuk tubuh menjadi ideal dan sehat.

Hasil kajian pakar kesehatan baru-baru ini menunjukan bahwa angka kasus penyakit diabetes berkaitan dengan kondisi obesitas. Persentase kelebihan lemak di dalam tubuh akan meningkatkan kadar gula darah sebai akibat penyempitan pembuluh darah oleh aktivitas lemak.

Hubungan obesitas dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh memang telah terbukti dan penyakit diabetes atau kencing manis salah satu dampak buruk dari adanya kondisi obesitas. Di negara tercinta ini angka kasus diabetes menempati peringkat ke-4 terbesar di dunia setelah negara India, China dan Amerika Serikat.

Pola makan baru dengan cara kurang zat karbohidrat dan tinggi lemak akan merubah pola makan menjadi tidak seimbang sehingga memicu potensi gangguan gizi berlebihan atau obesitas.

Kondisi obesitas yang terus dibiarkan akan memicu dampak cukup buruk terlebih sangat rentan terhadap serangan tekanan darah tinggi, serangan jantung, penyakit kencing manis atau diabetes melitus dan penyakit akibat obesitas lainnya.

Adapun mengenai hubungan obesitas dengan peningkatan kadar gula darah bersamaan dengan penurunan aktivitas insulin yang tidak terkendali sehingga mengalami gangguan metabolisme.

Kajian ilmiah lainnya dari hubungan obesitas dengan peningkatan kadar gula darah bahwa penderita diabetes melitus lebih besar mengalami kondisi obesitas dan cenderung mengalami kerusakan pankreas sebagai akibat resisensi insulin. Resistensi insulin  mengakibatkan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan kencing manis. Selain itu hubungan lain dengan kondisi obesitas diantaranya kadar kolesterol meningkat.

Makanan yang serba instan seperti mie instan itu bisa saja menjadi penyebab seseorang mengalami obesitas. Mengonsumsi makanan cepat saji dan serba instans salah satu gaya hidup yang tidak sehat sebab memicu berbagai gangguan kesehatan.

Mungkin fakta ini bisa di lihat dan diperhatikan secara kasat mata seperti halnya penduduk yang tinggal di kota besar kerap kali mengalami keluhan kesehatan dengan kondisi badan yang obesitas.

Berkaitan dengan hal ini kondisi obesitas dan penyakit diabetes sangat erat kaitannya sebagai akibat gaya hidup tidak sehat. Penyakit diabetes itu sendiri yang sering di kenal sebagai penyakit gula atau kencing manis karena peningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Alasan lainnya bahwa memiliki banyak lemak yang menumpuk dalam tubuh maka aliran darah pada sistem pembuluh darah terhambat karena penumpukan lemak dan kolesterol.

Tidak hanya itu penumpukan lemak akibat obesiats juga menyebabkan organ hati dipenuhi oleh lemak yang berisiko pada resistensi insulin.

Hubungan obesitas dengan peningkatan kadar gula darah perlu beberapa kajian dengan membedakan kondisi obesitas. Obesitas dalam hal ini di bagi menjadi dua yaitu obesitas sentral dan obesitas perifer. Dalam hal ini obesitas sentral lebih erat dengan penyakit diabetes sebab hasil scan dari perut yang terbentuk atas sedemikian rupa lemak berpengaruh besar pada resistensi insulin atau kadar gula darah naik.

Berkaitan dengan ulasan diatas bahwa kelebihan lemak sentral akan sangat berpotensi besar pada mereka yang perutnya buncit. Secara umum peningkatan kadar gula darah dalam tubuh di picu oleh dua faktor utama yaitu efek sel beta pankreas dan resistensi insulin. Pada komitmen para ahli menandai resistensi insulin sebagai awal permulaan penyakit diabetes.

Jadi dalam hal ini resistensi insulin sangat erat kaitannya dengan kondisi obesitas karena jaringan lemak yang berkaitan dengan hormon tertentu sebagai penyebab resistensi insulin.

Demikian ulasan tentang hubungan obesitas dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Semoga memberikan gambaran bahwa untuk selalu menjaga pola maka yang sehat dan seimbang serta selalu mensyukuri atas ni’mat sehat yang dianugerahkan oleh sang maha pencipta kepada kita semua.