Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Penyakit Hipertensi

hubungan obesitas dengan hipertensi, pengaruh berat badan terhadap tekanan darah

Hubungan obesitas dengan kejadian penyakit hipertensi bisa saja dihubungkan secara faktual, sebab pada dasarnya tingkat kenaikan berat badan pun akan mengakibatkan berbagai sarana keluhan kesehatan dari mulai fisik hingga psikis termasuk pula dengan peningkatanan tekanan darah alias hipertensi. Banyak sekali kasus kejadian hiperteni terutama kalangan dewasa yang lebih umum dialami oleh kalangan wanita dewasa yang usianya terbilang paruh baya.

Di dalam berbagai kajian secara modern telah dijelaskan secara rinci tentang bagaimana dampak, penyebab dan cara mengatasi obesitas termasuk pula efek dari kondisi berat badan berlebih sehingga mengakibatkan hubungan obesitas dengan kejadian penyakit hipertensi. Menurut kajian ilmiah berbagai pakar kesehatan bahwa kenaikan berat badan sekitar 2 kg lebih dapat memicu potensi besar terjadinya tekanan darah tinggi yang meningkat.

Tekanan darah merupakan efektivitas yang dilakukan darah dengan dipompanya oleh sistem kerja jantung dalam melawan pertahanan pembuluh darah atau sejumlah tenaga yang dibutuhkan dalam mengedarkan darah bersama dengan oksigen ke seluruh tubuh sehingga metabolisme-metabolisme bisa lebih efektif bekerja. Jika dalam kasus kaitannya antara hubungan obesitas dengan kejadian penyakit hipertensi itu memang bisa saja terjadi.

Bukankah selama ini obesitas menjadi penyebab terjadinya tingkat kolesterol tinggi dalam pembuluh darah manusia?

Ya, tentu saja kondisi obesitas salah satu kondisi dimana tubuh mengalami tingkat akumulasi lemak secara berlebihan yang mengakibatkan pembuluh darah terhalang oleh sejumlah jaringan lemak (kolesterol). Aliran darah yang selalu memompakan darah bersama dengan oksigen yang berguna bagi sistem fungsional tubuh ini terhalang oleh jaringan lemak sehingga sistem kerja jantung terganggu dan hal tersebut yang mendasari terjadinya potensi besar penyakit hipertensi.

Hubungan obesitas dengan kejadian penyakit hipertensi ini sebenarnya berdasarkan analisis lemak visceral yang berada di bagian perut. Oleh karena itu sangat disayangkan apabila kondisi berat badan berlebihan itu menjadi salah satu penyebab terjadinya potensi tekanan darah tinggi. Sebenarnya mengenai hal tersebut kita dapat mengetahui bahwa tekanan darah tinggi itu berasal dari pola makan yang tidak sehat dan seimbang sehingga mengakibatkan potensi besar terjadinya berbagai keluhan kesehatan.

Namun dalam hal ini penting juga mewaspadai bahwa pola makan yang tidak sehat dan seimbang akan berdampak pada terjadinya komplikasi penyakit yang cukup patal. Makan yang secara berlebihan bukanlah berarti selalu dilakukan oleh orang yang gemuk dan obesitas saja, namun kebanyakan sekarang ini pola makan secara berlebihan bisa juga dilakukan oleh kalangan yang berbadan kurus kerempeng. Jadi dalam hal semacam ini penting juga mewaspadai potensi besar terjadinya hipertensi untuk kalangan yang berbadan ideal dan berbadan kurus.

Aktivitas yang sangat sedikit dan jarang sekali olahraga sehingga tubuh mengalami daya tingkat akumulasi lemak secara berlebihan, maka dampaknya akan lebih besar jika tidak segera ditangani karena berakibat pada tingkat kolesterol tinggi pemicu penyakit hipertensi. Lain pula dengan kebiasaan yang ketergantungan merokok, menenggak minuman beralkohol tinggi, mengonsumsi zat kafein secara berlebihan, tentu dalam hal ini juga menjadi faktor yang mendasari terjadinya hipertensi atau peningkatan tekanan darah.

Pada umumnya hubungan obesitas dengan kejadian penyakit hipertensi ini faktor resiko bagi seseorang yang harus dihadapi prihal akibat pola makan dan gaya hidup tidak sehat. Secara umum dan faktual banyak sekali kalangan pria dan wanita dewasa yang usianya paruh baya dengan kondisis obesitas, seringkali mengalami berbagai tingkat keluhan kesehatan dari mulai tingkat akut hingga sudah sangat kronis sekali.

Kalangan pria dan wanita dewasa yang memiliki kondisi tubuh yang obesitas lebih rentan mengalami tingkat tekanan darah tinggi apabila mau dibandingkan dengan orang yang bertubuh kurus atau ideal sekali pun. Kajiannya bahwa dianalisa oleh para ahli dimana tubuh orang yang overweight (berat badan berlebihan) bekerja keras dalam kesehariannnya untuk membakar kalori secara berlebihan. Sebenarnya untuk kasus terjadinya hipertensi masih belum terasa saat usia masih terbilang muda, akan tetapi kebanyakan mereka yang obesitas di usia tua akan sering mengalami berbagai keluhan kesehatan termasuk hipertensi.

Di negara-negara berkembang pesat seperti layaknya negara Eropa dan Amerika dimana terjadi peningkatan angka prevalensi overweight pada anak dan dewasa. Hal demikian dikarenakan di negara-negara maju seperti Amerika misalnya untuk sebagian kecil kalangan anak-anak dan dewasa tidak selalu memahami pola makan yang sehat dan selalu mengabaikan gaya hidup sehat. Mereka umumnya selalu konsumsi makanan cepat saji (Fast Food) tanpa perlu repot membuat atau memasaknya hanya tinggal delivery makan makanan sudah siap disajikan. Padahal secara medis bahwa makanan yang serba cepat saji itu belum tentu layak menyehatkan bagi kebutuhan kalori dan kesehatan harian.

Sekarang ini zaman yang begitu serba canggih, memungkinkan adanya dominan gaya hidup tidak sehat terus menerus berkembang. Orang zaman sekarang ini sangat enggan dalam melakukan aktivitas dan jarang aktif sebagaimana prilaku makan yang secara berlebihan pula. Tujuan dari adanya pemahaman tentang hubungan obesitas dengan kejadian penyakit hipertensi ini sebenarnya memang sangat penting sekali dan sebagai cara dalam memahami arti pentingnya menjaga pola makan yang sehat dan seimbang.

 

 

 

Category: Uncategorized