Cara Mengatasi Obesitas Pada Balita

28 Sep

Cara Mengatasi Obesitas pada Balita, anak kegemukan, obesitas pada bayi usia 0-6 bulan, cara mengatasi obesitas secara alami, contoh menu diet anak obesitas, obesitas pada bayi asi eksklusif, obesitas pada anak sekolah dasar, cara diet bayi, makalah obesitas pada anak

Cara Mengatasi Obesitas Pada Balita – Balita mengalami obesitas akan berisiko mengalami penurunan kualitas hidup disebabkan risiko kesehatan jangka panjang. Akan tetapi telah ada riset dalam mencegah perkembangan kasus obesitas pada balita.

Bahaya Obesitas Pada Balita

Obesitas merupakan suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang tertumpuk sedemikian rupa sehingga berdampak merugikan bagi kesehatan.

Obesitas memang bagian dari penyebab permasalahan kesehatan. Akan tetapi dapat di cegah dengan berbagai metode medis maupun non medis seperti halnya melakukan program diet sehat bagi orang dewasa ataupun dengan melaksanakan banyak kegiatan fisik.

Pada anak kegemukan dapat menimbulkan risiko gangguan fisik dan mental. Faktor utama balita obesitas yakni berlebihan dalam asupan makanan.

Menurut riset penelitian menunjukan dengan teori ini diharapkan dapat membantu mencegah obesitas pada kalangan anak-anak. Hanya dengan teori ini dapat merubah pola makan anak yang cenderung berlebihan.

Berikut hasil riset penelitian para pakar diantaranya sebagai berikut :

  1. Kalangan anak-anak di pisahkan kedalam beberapa kelompok. Kelompok yang satu di instruksikan untuk menggigit, mengunyah dan menelan makanan. Kemudian biarkan mulut anak-anak kosong selama 30 detik sebelum suapan ke 2 di berikan.
  2. Kelompok yang selanjutnya dibiarkan makan tanpa perlu menunggu suapan yang kedua.

Selama riset penelitian ini telah membuahkan hasil riset yang menunjukkan perkembangan penurunan berat badan sebesar 4-5 % bagi kelompok anak yang makan lebih lambat. Para pakar menegaskan bahwa anak-anak yang makan lebih lama atau lambat mendapatkan manfaat dari sinyal kenyang dari perut menuju ke otak.

Studi menunjukkan dengan membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk aktif. Lain halnya dengan anak-anak yang makan dengan cepat alias kurang dari 15 menit cenderung berlebihan karena tidak mendapatkan sinyal kenyang dari perut. Sedangkan waktu 30 detik sebagai penekan kenaikan berat badan.

Dari hasil bahasan di atas kesimpulan peneliti menegaskan untuk mengantisipasi obesitas pada balita  dapat dilakukan dengan kebiasaan makan lebih lama atau lambat. Metode ini dapat diterapkan para orang tua untuk anaknya dalam pembentukan pola makan yang sehat.