Adakah Hubungan Antara Obesitas Dengan Makanan Cepat Saji ?

Adakah hubungan antara obesitas dengan makanan cepat saji ?

bahaya makanan cepat saji bagi kesehatan, pengertian makanan instan, jenis makanan instan, dampak positif makanan cepat saji, artikel makanan siap saji, manfaat makanan cepat saji, dampak makanan cepat saji ditinjau secara positif dan negatif bagi manusia, makalah makanan cepat saji

Di restoran-restoran siap saji tentu selalu menghidangkan berbagai jenis makanan cepat saji, praktis dan instans tanpa perlu repot memasak atau dilayani terlalu lama. Nama yang populer orang menyebutnya dengan Junk Food atau Fast Food ini semua orang berhak mengonsumsinya dari mulai usia anak-anak hingga lanjut usia tergantung jenis makanan yang bisa dikonsumsinya langsung.

Makanan cepat saji itu sendiri sering kali di jual di tempat-tempat keramaian termasuk pula restoran siap saji dengan cepat mengirimkan dan melayani pemesanan makanan untuk nantinya bisa di bawa pulang. Sangat umum sekali bahwa di daerah yang sudah mengalami perkembangan tentu selalu ada jenis restoran yang menyediakan jenis makanan cepat saji. Makanan cepat saji lebih umumnya lagi dengan memanfaatkan jenis alat masak dan alat pengolah berteknologi canggih bahkan sedikitnya tanpa menggunakan sumber daya manusia diantaranya dengan mesin dan robotik.

Pada sejarahnya jenis makanan cepat saji sudah ada semenjak ratusan tahun yang lalu sejak zaman romawi kuno dan hal itu telah menyebar luar di Indonesia sudah semenjak lama. Kita tahu jenis makanan yang menyediakan makanan cepat saji seperti restoran Mc.Donald, KFC, Pizza Hut dimana restoran-restoran tersebut selalu menyediakan jenis makana cepat saji dan minuman cepat saji yang nantinya bisa di bawa secara langsung atau di konsumsi di tempatnya.

Di Indonesia Junk Food atau makanan cepat saji sudah sering bahkan banyak sekali para peminatnya dari mulai orang asing hingga orang pribumi sekali pun. Makanan cepat saji berasal dari luar negeri yang mana tujuannya adalah berdagang di negara lain untuk mendapatkan keuntungan. Hingga kini makanan asing senantiasa menjadi pesaing berat untuk jenis makanan lokal asli Indonesia. Berbagai jenis makanan dari luar negeri boleh terbilang dalam jenis makanan cepat saji seperti adanya roti, fried chicken, Kentucky, cookies, minuman bersoda dan jenis minuman atau makanan lainnya.

Pernyataan adakah hubungan antara obesitas dengan makanan cepat saji itu bisa saja menjadi kajian lebih mendalam oleh kalangan para ahli dibidangnya. Hubungan antara jenis makanan cepat saji dan kondisi obesitas sangat pengaruh cukup tinggi dalam hal ketidakseimbangan kesehatan. Secara umum jenis makanan cepat saji itu sendiri dapat mengakibatkan berbagai keluhan kesehatan dari mulai tingkat kolesterol tinggi hingga terjadinya peningkatan kadar gula darah.

Akhir-akhir ini banyak kasus yang terjadi prihal adanya hubungan antara obesitas dengan makanan cepat saji yang berakibat dalam berbagai gejala keluhan kesehatan. Makanan cepat saji bisa mengakibatkan adanya kondisi buruk terutama peningkatan berat badan secara tidak normal yang menjadikan tubuh obesitas.

Tahukah anda bahwa makanan cepat saji itu memiliki kandungan kalori cukup tinggi?

Apabila tidak diimbangi dengan kegiatan aktivitas secara teratur bersamaan dengan asupan makanan kaya kalori bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Kondisi obesitas tubuh baik yang melanda kalangan anak-anak, wanita hamil hingga kalangan dewasa tentu adanya gangguan kesehatan yang terjadi. Orang gemuk lebih rentan terserang berbagai jenis keluhan kesehatan yang sangat kronis sebab mereka selalu tidak diimbangi dengan kegiatan olah fisik.

Secara umum makanan cepat saji memiliki kandungan nutrisi cukup rendah dan banyak sekali zat-zat kimia berbahaya yang patut untuk diwaspadai bukan hanya untuk kalangan obesitas saja melainkan untuk seluruh masyarakat. Bisa dikatakan bahwa makanan cepat saji itu sendiri memiliki efek buruk terhadap kesehatan meskipun rasa, harga, aroma, mengenyangkan perut hingga terlihat enak untuk di santap.

Menurut hasil riset Badan POM Nasional disebutkan bahwa makanan cepat saji selalu diproses melalui penggorengan yang berkali-kali dan hal itu sangat tidak dianjurkan sama sekali di bidang kesehatan. Walau pun demikian ada jenis makanan cepat saji yang tidak melalui proses penggorengan berkali-kali. Makanan cepat saji juga mengandung lemak jahat yang berakibat pada peningakatan kadar kolesterol di dalam tubuh. Bukan hanya itu, makanan cepat saji akan mengakibatkan kondisi berat badan berlebih yang nantinya akan rentan terhadap jenis keluhan kesehatan.

Sangat terpikirkan oleh kita bahwa jenis makanan yang cepat dilayani cepat dihidangkan, akan tetapi nantinya beresiko tinggi pada gejala darah tinggi, amandel, kolesterol hingga terjadinya diabetes melitus akibat kelebihan karbohidrat yang terkandung dalam makanan cepat saji, Boleh saja untuk mengonsumsi makanan cepat saji setiap hari, namun perlu di atur keseimbangan antara pemasukan kalori dan pembuangan kalori berlebih dengan jalan olah fisik.

Berikut di bawah ini mengenai dampak buruk dari konsumsi makanan cepat saji dengan kondisi obesitas berlebih antara lain :

Gangguan sistem pencernaan

Ya, secara umum hasil riset pakar kesehatan menerangkan bahwa makanan cepat saji sering kali menimbulkan masalah dalam sistem pencernaan terutama makanan cepat saji bersifat kimia. Makanan cepat saji juga akan mengakibatkan sembelit alias susah buang air besar karena rendah serat atau malah sebaliknya dengan kondisi diare secara terus menerus. Lain pula dengan kondisi obesitas sebagai akibat dari konsumsi makanan cepat saji diantaranya perut kembung, mual dan terasa begah karena terdapat banyak sekali kimia dari makanan cepat saji.

Masalah peningkatan kadar gula darah dalam tubuh

Secara umum jenis makanan cepat saji itu sendiri dapat meningkatkan potensi kelebihan berat badan dan kelebihan kadar gula darah. Penumpukan kadar karbohidrat dalam makanan cepat saji lalu kemudian di konsumsi secara berlebihan bahkan tidak hanya itu gulanya pun sarat akan kalori berlebih yang memungkinkan kadar gula darah naik drastis. Jika terus berlanjut secara berangsur-angsur akan mengganggu produktivitas normal insulin pengatur kadar gula darah tubuh.

Kerusakan di area gusi dan gigi

Terlalu banyak mengonsumsi makan cepat saji yang mengandung banyak sekali gula tentunya merusak organ pencerna terutama gigi dan area mulut. Orang yang sering konsumsi makanan cepat saji cenderung sering sakit gigi, sariawan, dan sakit tenggorokan. Bahkan sering kali memicu reaksi asam lambung naik ke kerongkongan dan menjadikan gejala infeksi lambung cukup serius.

Menjadikan gangguan di area sistem pernafasan

Dampak buruk yang diakibatkan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji diantaranya kondisi obesitas. Jika kondisi sudah tingkat obesitas tentunya lebih rentan mengalami gangguan pada sistem pernafasan. Susah dan gangguan pada pernafasan sebagai bagian penyakit umum yang terjadi pada orang yang kelebihan berat badan. Namun, tidak menutup kemungkinan juga bahwa orang yang berat badannya normal pun bisa mengalami gejala gangguan sistem pernafasan.

Berpotensi besar terhadap serangan jantung dan penyakit kardiovaskular

Lemak jenuh secara umum hanya terdapat pada jenis makanan cepat saji dengan fungsi memicu tingkat kolesterol jahat dan merendahkan kolesterol baik. Sebagian yang kita kenal bahwa makanan cepat saji lebih memanfaatkan banyak kandungan garam yang mana garam itu sendiri memiliki efek buruk dalam meningkatkan tingkat tekanan darah tinggi.

Adakah hubungan antara obesitas dengan makanan cepat saji ?